Ruang aula Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat (Polita Sumbar) yang biasanya dipadati diskusi akademik, Rabu(14/1/2026) pagi berubah menjadi ruang edukasi publik yang kritis. Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, PLN UP3 Padang hadir menggelar sosialisasi bahaya listrik yang menyasar civitas akademika. Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret membangun budaya keselamatan sejak dini di lingkungan pendidikan.
Hadir sebagai narasumber, Zikri Rahmat, S.T., Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan serta Keamanan (K3L dan KAM) PLN UP3 Padang, memaparkan materi dengan detail namun mudah dicerna. Fokusnya jelas: edukasi penggunaan listrik yang aman, langkah pencegahan korsleting, pentingnya menggunakan produk berstandar SNI, hingga tata cara penanganan darurat saat terjadi insiden kelistrikan. Sosialisasi ini dinilai crucial untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dari ancaman kebakaran dan sengatan listrik.
Menyambut inisiatif penting ini, Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Ns. Jeki Refialdinata, S.Kep., M.Kep., memberikan apresiasi sekaligus pernyataan tegas. Dalam sambutannya yang dikutip oleh tim media kampus, Refialdinata menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan kampus aman adalah tanggung jawab bersama.
“Sosialisasi seperti hari ini harus kita jadikan titik awal, bukan sekadar seremonial. Keselamatan, termasuk keselamatan ketenagalistrikan, adalah bagian dari nilai-nilai preventif yang harus kita tanamkan. Kampus yang bebas risiko kebakaran atau kecelakaan listrik bukanlah sekadar slogan. Itu adalah komitmen nyata yang harus diwujudkan dengan kesadaran kolektif, disiplin dalam penggunaan fasilitas, dan kepatuhan terhadap standar keamanan. Setiap stopkontak yang kita gunakan, setiap kabel yang kita pasang, berkaitan langsung dengan keselamatan ratusan nyawa di kampus ini,” tegas Direktur yang berlatar belakang keperawatan tersebut.
Pernyataan Direktur Polita Sumbar itu menyiratkan pesan mendalam: keselamatan listrik adalah isu multidisiplin yang relevan bagi semua program studi, bukan hanya teknik elektro. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan itu pun berlangsung interaktif. Banyak pertanyaan mengalir, mulai dari cara memeriksa instalasi listrik di rumah kos, mitigasi risiko pada laboratorium, hingga prosedur standar jika menemukan kabel mengelupas di area kampus.
Dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, kolaborasi antara PLN UP3 Padang dan Polita Sumbar diharapkan tidak berhenti di satu kegiatan. Langkah ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan lingkungannya, dimulai dari hal fundamental seperti penggunaan energi listrik yang aman dan bijak.
